BURSA CALON KETUA FKSB KOTA SEMARANG SEMAKIN RAMAI, SEJUMLAH TOKOH DARI BERBAGAI LATAR BELAKANG MULAI BERMUNCULAN

Terkini 03 Nov 2026 16:44 • 2 min read • 40 views • By admin

Share berita ini

BURSA CALON KETUA FKSB KOTA SEMARANG SEMAKIN RAMAI, SEJUMLAH TOKOH DARI BERBAGAI LATAR BELAKANG MULAI BERMUNCULAN
RADARNUSANTARA| SEMARANG – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB) Kota Semarang, dinamika organ...

RADARNUSANTARA| SEMARANG – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB) Kota Semarang, dinamika organisasi mulai menghangat.

Sejumlah nama mulai bermunculan dan diperbincangkan dalam bursa calon Ketua FKSB periode 2027–2030.
Menariknya, figur-figur yang mulai disebut memiliki latar belakang beragam, mulai dari aktivis organisasi kemasyarakatan, akademisi, praktisi hukum, tokoh agama, pegiat pendidikan, hingga kalangan pengusaha.

Beberapa nama yang mulai menjadi perbincangan di antaranya Aris Pandan, yang dikenal di lingkungan organisasi kemasyarakatan, Naneth, aktivis perempuan sekaligus akademisi, Erwan Rahmat, pegiat pendidikan dan pendamping UMKM, Doni Syahroni, praktisi hukum dan pengacara, KH. Anasom, tokoh kiai Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki perhatian terhadap kebudayaan dan tradisi masyarakat, Slamet Widodo, aktivis dakwah dan kepanduan, serta Claudina C. Ningrung, pengusaha yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua FKSB.

Munculnya sejumlah nama tersebut menjadi gambaran bahwa FKSB memiliki banyak potensi kepemimpinan dari berbagai elemen masyarakat.

Antusiasme ini sekaligus menunjukkan tingginya semangat atau giroh untuk ikut berkontribusi dalam membangun organisasi.

FKSB selama ini menjadi wadah komunikasi dan koordinasi berbagai organisasi kemasyarakatan di Kota Semarang. Karena itu, kepemimpinan ke depan diharapkan mampu menjaga kebersamaan, merawat keberagaman, serta memperkuat sinergi antarormas.

Mubes FKSB bukan sekadar momentum memilih ketua baru, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi, regenerasi, dan penyatuan visi untuk membawa organisasi semakin berkembang.

Siapa pun yang nantinya mendapat amanah, tantangan ke depan tidaklah ringan. Dibutuhkan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen, membangun komunikasi yang sehat, mengakomodasi aspirasi anggota, serta mendorong program-program nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
Banyaknya nama yang muncul juga tidak semestinya dipandang sebagai tanda perpecahan.

Sebaliknya, hal tersebut dapat menjadi cerminan tumbuhnya partisipasi dan tersedianya pilihan figur dalam proses demokrasi organisasi.

Pada akhirnya, keberhasilan FKSB bukan hanya ditentukan oleh siapa yang terpilih menjadi ketua, melainkan bagaimana seluruh elemen organisasi tetap solid dan bersedia bekerja bersama setelah musyawarah selesai.

Karena FKSB bukan sekadar tempat untuk mencari jabatan, melainkan rumah besar untuk menyatukan kekuatan, mempererat persaudaraan, dan mengabdi kepada masyarakat.

FKSB: GUYUB DALAM PERBEDAAN, BERSATU DALAM PENGABDIAN.

Bergerak Bersama Membangun Kota Semarang Semakin Hebat.


(Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Angkasatimur